Kampus STKIP MELAWI ENTIKONG Cetak Tenaga Guru Perbatasan

admin | Rabu, 10 Juli 2019 - 13:17:43 WIB | dibaca: 22 pembaca

Batasnegeri.com — STKIP Melawi Kampus Wilayah Perbatasan Entikong pada Sabtu (10/12/2016) mengukuhkan sejumlah sarjana angkatan ke-III hasil didikannya. Mereka diharapkan menjadi intelektual muda dan terpelajar dari daerah perbatasan tersebut, untuk meningkatkan kualitas SDM melalui bidang pendidikan guna memberikan perubahan dan kesejahteraan masyarakat bagi pembangunan di wilayah perbatasan khususnya di perbatasan Kalimantan Barat.

Harapan tersebut diungkapkan Sekda Provinsi Kalimantan Barat M Zeet Hamdy Assovie dalam sambutannya mewakili Gubernur Kalbar pada acara wisuda di Aula Kampus STKIP.

“Bapak Gubernur sangat menyambut baik dengan adanya sekolah tinggi yang setara dengan universitas di wilayah perbatasan Entikong. Entikong bisa menjadi wadah untuk peningkatan kualitas pendidikan yang lebih maju dan berkembang di wilayah perbatasan. Karena mengingat secara geografis Kalbar masuk dalam kategori wilayah yang banyak memiliki daerah 3T, yakni daerah Terpencil, Terluar dan Terbelakang,” ujarnya.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk mewujudkan pemerataan didaerah ini. Selain itu Provinsi Kalbar juga menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki pintu perbatasan dengan negara Malaysia yang tersebar di lima Kabupaten perbatasan yakni Sanggau, Sambas, Bengkayang, Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu.

Menurutnya, Guru harus menjadi sosok penting dalam mendidik generasi emas Indonesia. Terlebih kehadiran guru sangat dibutuhkan dalam mengimplementasikan program Nawa Cita Jokowi-JK untuk peningkatan kualitas SDM dan pembangunan Revolusi Mental. para wisudawan adalah calon guru yang siap kerja. Mereka harus terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta kemampuan dalam mengisi pembangunan pada era global, sehingga mampu beradaptasi pada perubahan dunia dengan kemajuan IPTEK.

“Globalisasi yang terjadi secara masif saat ini menuntut kita untuk mampu merebut peluang pasar. Jumlah usia produktif akan lebih banyak dibandingkan yang tidak produktif. Kondisi ini memperlihatkan bahwa bangsa kita akan muncul generasi emas untuk bersaing secara global yang ditunjukkan dengan kreatif, sehat, tangguh dan intelektual yang tinggi,” jelas M Zeet.

Dalam acara tersebut, diwisuda sebanyak 100 orang wisudawan yang terdiri dari 89 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD dan 11 orang wisudawan Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.[*]

Sumber: pontianakpost.co.id

https://www.batasnegeri.com/kampus-stkip-entikong-cetak-tenaga-guru-perbatasan/ 



Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)